Perusahaan
Kenapa Ban Lebih Rentan Aus dan Retak di Musim Kemarau? Simak Penjelasan Hankook!
2026. 05. 25

● Ban merupakan satu-satunya komponen yang menopang seluruh berat kendaraan beserta muatannya. Oleh karena itu, semakin besar bobot kendaraan, semakin tinggi pula tekanan yang diterima ban, terutama saat musim kemarau ketika suhu permukaan jalan meningkat.
● SUV lebih rentan mengalami ban aus, retak, hingga pecah karena memiliki ukuran dan bobot lebih besar, serta lebih sering digunakan pada medan jalan yang bervariasi dan perjalanan jarak jauh.
● Dynapro HPX dan Dynapro HT hadir dengan desain tapak yang dirancang khusus untuk kebutuhan SUV, dengan kemampuan menjaga tekanan ban agar distribusi beban tetap merata, mendukung keamanan berkendara, sekaligus membantu memperpanjang usia pakai ban.
Jakarta, 25 Mei 2026 – Pertumbuhan kendaraan SUV di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang nyaman, fleksibel, dan tangguh untuk berbagai kondisi jalan. Namun, penting bagi pengendara untuk memperhatikan kondisi ban, terutama potensi aus, retak, hingga risiko pecah ban saat menghadapi suhu dan kondisi jalan yang lebih ekstrem, khususnya di musim kemarau.
Faktanya, saat suhu permukaan jalan meningkat, suhu udara di dalam ban juga ikut naik sehingga tekanan angin dapat bertambah sekitar 1 PSI**pounds per square inch, satuan tekanan udara pada ban setiap kenaikan suhu 5–6°C. Pada kendaraan SUV yang memiliki bobot dan kapasitas muatan lebih besar, kondisi ini membuat ban bekerja lebih berat, terutama saat kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi di atas permukaan aspal yang panas.
Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) menjelaskan, “Peningkatan suhu pada ban saat berkendara, terutama di musim kemarau, merupakan kondisi yang normal. Namun, apabila suhu dan tekanan angin di dalam ban meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengurangi daya cengkeram hingga meningkatkan risiko pecah ban. Karena itu, penting bagi pengguna SUV untuk memeriksa tekanan angin secara berkala, terutama saat kondisi ban masih dingin agar pengendara tidak mengisi tekanan angin secara berlebihan.”
Dalam kondisi tersebut, menjaga performa ban tetap optimal menjadi semakin penting, terutama saat kendaraan melintasi permukaan jalan yang rusak. Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) turut menyoroti bahwa faktor internal ban, seperti tekanan angin yang tidak ideal, kerap menjadi salah satu pemicu utama yang memperbesar risiko insiden di jalan tol11. Tempo.co. (November, 2019). KNKT: 80 Persen Kecelakaan di Tol karena Tekanan Ban Kurang. . Karena itu, ketika dihadapkan pada kondisi ekstrem seperti kerusakan jalan di beberapa titik Tol Jagorawi pada awal Mei lalu, ban yang tidak berada dalam kondisi prima akan lebih rentan mengalami aus hingga pecah ban.
Walaupun total penjualan wholesales mobil pada 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar 7.2%22. Gaikindo (Januari, 2026). Penjualan Mobil Menutup 2025 dengan Kinerja Positif. , diprediksi tren SUV akan tetap menunjukkan pertumbuhan positif seiring meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kendaraan berjenis SUV33. Kompas.com. (Januari, 2026). Tren Mobil 2025: SUV dan MPV Masih Mendominasi Pasar. Namun, di tengah meningkatnya minat terhadap SUV belakangan ini, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya memilih sparepart yang sesuai, khususnya ban.
Cara Memilih Ban SUV yang Tepat
Untuk meminimalkan risiko aus dan retak pada ban pengguna SUV perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Pilih desain tapak dengan distribusi tekanan merat
Desain tapak dengan profil kotak (square profile) membantu menyebarkan beban kendaraan secara merata ke seluruh permukaan ban, sehingga mobil lebih stabil dan mencegah keausan ban yang tidak merata akibat tekanan berlebih di satu titik atau pada permukaan tertentu saja.
2. Perhatikan kekuatan struktur tapak (stiffness)
Pola tapak dengan tingkat kekakuan yang tinggi membantu menjaga bentuk dan kestabilan permukaan ban saat suhu jalan meningkat, terutama ketika kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi atau membawa beban berat.
3. Sesuaikan dengan karakter pengguna kendaraan
Untuk penggunaan harian di jalan aspal, ban dengan fokus pada kenyamanan, kestabilan, dan tingkat kebisingan rendah akan lebih optimal digunakan. Sementara itu, untuk perjalanan dengan beban berat atau medan yang lebih menantang, diperlukan ban dengan daya tahan struktur, kekuatan tapak, serta kemampuan traksi yang lebih tinggi agar performa dan keamanan tetap terjaga.
Tapak ban (tread) memiliki fungsi utama dalam menjaga traksi sekaligus mendistribusikan tekanan secara merata, mengurangi akumulasi panas dan menjaga keausan tetap seimbang. Menjawab tantangan tersebut, produsen ban mulai mengadopsi teknologi seperti Square Profile dan high stiffness pattern kini menjadi solusi untuk menjaga stabilitas ban dalam kondisi ekstrem, termasuk suhu jalan yang tinggi.
Hankook Soroti Pentingnya Pemilihan Ban SUV
PT Hankook Tire Sales Indonesia menekankan bahwa pemilihan ban yang tepat menjadi langkah preventif penting dalam mengurangi risiko aus dan retak, terutama di negara tropis seperti Indonesia.
“Pengguna SUV perlu memahami bahwa ban bukan hanya komponen pelengkap, tetapi bagian penting dari sistem keselamatan kendaraan. Teknologi distribusi tekanan dan struktur tapak yang kuat membantu mengurangi risiko blowout sekaligus meningkatkan efisiensi jangka panjang,” ujar Apriyanto Yuwono, National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI)
Hankook menghadirkan lini Dynapro sebagai solusi untuk berbagai kebutuhan pengguna SUV.
● Dynapro HPX dirancang untuk kenyamanan premium, tingkat kebisingan rendah, pengalaman berkendara yang halus dan stabilitas tinggi di jalan aspal.
● Dynapro HT difokuskan pada daya tahan maksimal, dengan struktur yang lebih kuat dan ketahanan aus lebih tinggi, sehingga cocok untuk perjalanan jarak jauh dengan insentitas berkendara yang tinggi maupun perjalanan jarak jauh.
Kedua produk tersebut mengusung konsep efisiensi jangka panjang (economy of durability) melalui umur pakai yang lebih panjang dan performa yang konsisten. Dengan tren SUV yang terus meningkat di Indonesia, kesadaran akan pentingnya penggunaan ban yang memang khusus dirancang sesuai dengan karakteristik SUV menjadi semakin relevan. Tidak hanya untuk menjaga performa kendaraan, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko kecelakaan akibat kegagalan ban, terutama di musim kemarau.
Para pengguna SUV pun diimbau untuk lebih cermat dalam memahami spesifikasi dan teknologi ban sebelum melakukan pembelian, guna memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara dalam berbagai kondisi jalan.